Featured

Menemui langit yang Sama

Di mataku, sisa hujan semalam adalah keindahan yang bertepi pada sebongkah kenangan. Memaksa embun-embun untuk bertemu bersama pagi. Meninggalkan tuan yang semakin jauh melangkah pergi. Membohongi dunia pada curam nya kepedihan yang tak terhenti. Pada matahari, sisa hujan, dan pelangi yang membagi.

Di mataku, tak selamanya jarak adalah waktu yang melambat. Tuan mengenalkan ku pada sorotan matahari yang terikat. Cahaya nya menentu, jarak nya membisu, dan datang tepat waktu. Bukankah kita menginginkan itu?

Kita akhirnya bertemu pada satu lisan yang sama. Disaksikan senja yang membisu tak tertera. Di ujung keheningan yang mendera, ada asa yang menjadi kekal tak terhenti. Hingga kita tahu, kita menemui langit yang sama. Kamu menggoda nya hingga merah. Aku menanti hingga tak lagi cerah. Nikmatilah rasa ini yang tak pernah salah.

Featured

Aku dan keterbatasanku

(akhir dari renungan panjang tanpa jawaban ) 13123
aku hanya mampu bertahan dengan segala keterbatasanku,
mampu memberikan apa yang aku bisa..
mampu mengasihi selama aku hidup dan berjuang untuk segala kemungkinan masa depanku nanti..

aku manusia biasa yang mustahil lepas dari dosa.
aku manusia biasa yang kadang tak mengerti apa inginmu.
aku manusia biasa yang tak bisa menerka perasaanmu..

cinta kita hanya memang butuh untuk di pertahankan saat ini.
kamu tak perlu menambah atau mengurangi cinta itu..
hanya saja kadang keadaan merubah semuanya
aku dan kamu mungkin saja. ya mungkin saja ..

sebaiknya aku tak perlu mengungkap apa yang ku rasa
karena pada akhirnya, aku yang salah..
selalu seperti itu akhirnya. selalu seperti itu..

jika aku dan ragaku penuh dosa dan penuh dengan kesalahan-kesalahan..
apakah aku masih pantas bersampingan denganmu di kemudian hari?
jika saja Tuhan memberikan aku kekuatan untuk menghapus seluruh dosaku, apakah kau masih akan menyudutkanku?

aku tak akan pernah menjadi Tuhan atau Malaikat yang begitu sempurna..
aku hanya ingin menjadi diriku sendiri dengan segala keterbatasanku ..

Featured

gud nyt (edisi selamat malam)

Aku utarakan maksud di dalam hati..
Dan membiarkan angin yang mengartikan..
Dalam bait yang sulit untuk diucapkan..
Ku ingin hujan tadi yang basuh dan menghilangkan..
Bercak masa lalu yang tak bewarna..
Namun jadi coreng yang menganga..
Membekas dan terbawa atau membawa..
Seperti bayang yang ganjil mengikuti..
Kemana ku pergi..
Kemana ku melangkah..
Seolah tak mau hilang dan terlecuti..
Selamat malam sisa hujan yang masih tergenang..

Featured

Tahukah Kau

Sayang…
Mencintaimu adalah takdirku
Aku tahu itu, Kaupun Juga
Adaku Menggenapkanmu
Aku tahu itu, Kaupun Juga
Ikatan kita tak serapuh kulit ari
Kita pun tahu itu, ya kan?

Sayang…
Aku perempuanmu
Tak perlu kau tanya kepastiannya
pada gulungan ombak yang memecah hening di pantai kita
Kau lelakiku
Bahkan langitpun telah mencatat nama kita
di setiap lapis udara dan kehampaan

Sayang…
Tapi tahukah kau?
Keraguanmu itu menyakitiku
kecurigaanmu itu melukaiku…

Sayang…
Kau tak ubahnya Rama yang ragukan kesetiaan Shinta
Aku jengah sayang…

Sayang, aku mencintamu…
Curigamu hanya menyanderaku pada cintamu
Aku ingin terbang bebas denganmu di sisiku
Bukan terkurung oleh ketakutanmu

Sayang…
Tahukah kamu?
Aku takut curigamu mengikis rasaku…

Featured

Dan Engkau

Aku pun tak bisa menebak-nebak isi hatimu sampai sekarang
Bukan karena aku terlalu tak peduli padamu
Atau terlalu sibuk dengan urusan duniaku
Atau terlalu berjarak denganmu
Sehingga tak mengenalimu dan hatimu dengan lebih baik
Ada pendongeng yang bercerita
Tentang suatu kisah cinta yang tak terpisahkan
Namun berasal dari dua latar yang berseberangan
Apakah aku, apakah engkau, apakah kita?
Kau bilang senang lihat bulan malam itu
Aku bertanya, iakah bulan yang sama dengan yang kulihat
Jika ya, maka kumintakan pada bulan untuk titip salam hangat padamu dikejauhan sana.
Kenapa bulan?
Karena jika mentari, kita tak yakin ia bisa menjangkau hati kita masing-masing
Engkau yang terlalu dingin berselimut salju untuk hatimu
Sementara aku merasa hangat, bahkan terlampau terbakar semangat untuk hariku
Ada kisah di bawah hujan yang aku ingat,
Kita sempat berduaan di air terjun
Dan engkau yang ramah serta penuh kasih waktu itu
Apa kita akan ulangi lagi untuk kedua kali
Karena kini siraman salju itu berpindah pada hatiku dan hariku
Mungkin engkau yang terbakar cinta dan aku memuja
Terlupa bahwa ada banyak cerita yang kau simpan
Mungkin sengaja tak engkau bagi
Mungkin itu sebab siraman hujan dingin itu membekukan hati ini
Ada yang terbakar di hatimu, itu cinta untukku
Ada yang luruh di hujan saljumu
Itu kejujuranmu

Featured

SPASI

Setiap orang memiliki rencananya masing-masing…
Berusaha memetakkan jalan menuju masa depannya sendiri,
Berusaha menentukan arah langkahnya.

Siapa bilang rencana itu sama dengan menghayal dan berangan semata??
Tentu saja tidak.
Jeda sejenak antara hari ini dan masa depanmu itu adalah spasi yang vital.
Setitik langkah yang salah mampu membawamu pergi ke arah yang bertolak belakang dengan tujuan awal.

Rencanakan hidupmu dengan baik…
Meski bukan perencana yang handal, ketahuilah kawan, semua itu takkan tersia.
Ambillah jeda sejenak dan manfaatkan dengan baik.
Untuk dirimu, hidupmu, masa depanmu….

Featured

Adamu Menggenapkanku

Kesalahan membuat kita belajar bagaimana menjadi benar
Kehilangan membuat kita tahu artinya memiliki…
Dulu… 
Ada bahagia dalam kata Kita
Ada pula airmata dan luka dan terperih
Memiliki dan kehilanganmu dulu
Membuat kita sadar betapa cinta dan Kita begitu berharga…

Masih ingat dengan kata-kata Penulis kita 
“Satu itu menggenapkan tapi dua melenyapkan”
Itulah kita… 
Adamu menggenapkanku
membuatku utuh
membantuku kokoh…

kita adalah sayap-sayap bagi kehidupan dan cinta kita
jika satu diantara kita luruh
maka tak ada lagi cinta
apalagi Kita…

terima kasih telah menggenapkanku
semoga kaupun tak lagi ganjil dengan ada ku

*aku tak hendak jadi bintang bagimu langitku, aku hanya perempuanmu, yang akan ada di sampingmu
untuk berbagi dan temanimu hingga saatnya kita terpisah oleh usia…

Featured

Hanya Sebuah Cerita

Dunia ini bagai buku tebal dengan berbagai cerita di dalamnya. Tokoh yang beragam dan kisah yang tak pernah seragam menjadi daya tarik tersendiri untuk membaca buku itu. Setiap tawa, setiap tangis, setiap letupan kecil emosi, semuanya memberikan warna pada setiap sub-bab-nya. Ya, itulah kehidupan.
 
Hidup tidak melulu tentang mencari kebahagiaan dan jati diri. Kebahagiaan itu kita yang buat dan putuskan. Jati diri itu kita yang tentukan. Terus apalagi yang harus dikejar? Tak jarang ada rancu, antara kesenangan dan kebahagiaan, antara kebanggaan dan kesombongan, antara sebuah pujian dan sindiran, antara kebodohan dan ketidaktahuan, antara kebohongan dan kebenaran, maka siapa yang harus didengar dan dipercaya?
 
Kamu. Dan hatimu.
 
Pada dasarnya, semua terlahir bersih, putih dengan segenggam kebaikan ditangan. Dan tekanan yang ada disekeliling kita-lah yang tanpa sadar mendorong kita pada pilihan yang salah. Tapi apapun pilihanmu, itulah tanggungjawabmu dunia dan akhirat, terlepas dari siapa yang merencanakan dan mengaturnya untukmu. Maka pastikanlah, apa yang kamu pilih itu siap kamu tanggung resikonya, baik dan buruknya.
 
Setiap alur akan membentuk pribadi dan diri. Setiap setting akan menjadi pelengkapnya. Kehidupan tidak melulu tentang duka dan kesedihan, tapi tentang bagaimana bersyukur dan kesediaan untuk berbagi, menerima dan memberi.
 
Mungkin benar, hidup ini hanya memiliki satu tema. Kasih dan sayang, Ar-Rohman. Tanpa kasih dan sayang Sang Pencipta padamu, kamu tidak akan ada disini dan sekarang. Ayolah kawan, berhentilah mencaci dan menghujat, terima saja dan syukuri, semua akan lebih mudah nanti. Lakukan hal yang lebih baik, lebih bermanfaat.
 
Setiap awal pasti memiliki akhir. Hidup tak pernah benar-benar datar. Maka, selamat berikhtiyar.

Featured

ASMA’UL HUSNA

Al-Bukhaari (2736) and Muslim (2677) narrated from Abu Hurayrah (may Allaah be pleased with him) that the Messenger of ALLAH (peace and blessings of ALLAH be upon him) said: “ALLAH has ninety-nine names, one hundred less one. Whoever learns them will enter Paradise.”

1.ALLAH (الله) The Greatest Name
2.Ar-Rahman (الرحمن) The All-Compassionate
3.Ar-Rahim (الرحيم) The All-Merciful
4.Al-Malik (الملك) The Absolute Ruler
5.Al-Quddus (القدوس) The Pure One
6.As-Salam (السلام) The Source of Peace
7.Al-Mu’min (المؤمن) The Inspirer of Faith
8.Al-Muhaymin (المهيمن) The Guardian
9.Al-Aziz (العزيز) The Victorious
10.Al-Jabbar (الجبار) The Compeller
11.Al-Mutakabbir (المتكبر) The Greatest
12.Al-Khaliq (الخالق) The Creator
13.Al-Bari’ (البارئ) The Maker of Order
14.Al-Musawwir (المصور) The Shaper of Beauty
15.Al-Ghaffar (الغفار) The Forgiving
16.Al-Qahhar (القهار) The Subduer
17.Al-Wahhab (الوهاب) The Giver of All
18.Ar-Razzaq (الرزاق) The Sustainer
19.Al-Fattah (الفتاح) The Opener
20.Al-`Alim (العليم) The Knower of All
21.Al-Qabid (القابض) The Constrictor
22.Al-Basit (الباسط) The Reliever
23.Al-Khafid (الخافض) The Abaser
24.Ar-Rafi (الرافع) The Exalter
25.Al-Mu’izz (المعز) The Bestower of Honors
26.Al-Mudhill (المذل) The Humiliator
27.As-Sami (السميع) The Hearer of All
28.Al-Basir (البصير) The Seer of All
29.Al-Hakam (الحكم) The Judge
30.Al-`Adl (العدل) The Just
31.Al-Latif (اللطيف) The Subtle One
32.Al-Khabir (الخبير) The All-Aware
33.Al-Halim (الحليم) The Forbearing
34.Al-Azim (العظيم) The Magnificent
35.Al-Ghafur (الغفور) The Forgiver and Hider of Faults
36.Ash-Shakur (الشكور) The Rewarder of Thankfulness
37. Al-Ali (العلى) The Highest
38.Al-Kabir (الكبير) The Greatest
39.Al-Hafiz (الحفيظ) The Preserver
40.Al-Muqit (المقيت) The Nourisher
41.Al-Hasib (الحسيب) The Accounter
42.Al-Jalil (الجليل) The Mighty
43.Al-Karim (الكريم) The Generous
44.Ar-Raqib (الرقيب) The Watchful One
45.Al-Mujib (المجيب) The Responder to Prayer
46.Al-Wasi (الواسع) The All-Comprehending
47.Al-Hakim (الحكيم) The Perfectly Wise
48.Al-Wadud (الودود) The Loving One
49.Al-Majid (المجيد) The Majestic One
50.Al-Ba’ith (الباعث) The Resurrector
51.Ash-Shahid (الشهيد) The Witness
52.Al-Haqq (الحق) The Truth
53.Al-Wakil (الوكيل) The Trustee
54.Al-Qawiyy (القوى) The Possessor of All Strength
55.Al-Matin (المتين) The Forceful One
56.Al-Waliyy (الولى) The Governor
57.Al-Hamid (الحميد) The Praised One
58.Al-Muhsi (المحصى) The Appraiser
59.Al-Mubdi’ (المبدئ) The Originator
60.Al-Mu’id (المعيد) The Restorer
61.Al-Muhyi (المحيى) The Giver of Life
62.Al-Mumit (المميت) The Taker of Life
63.Al-Hayy (الحي) The Ever Living One
64.Al-Qayyum (القيوم) The Self-Existing One
65.Al-Wajid (الواجد) The Finder
66.Al-Majid (الماجد) The Glorious
67.Al-Wahid (الواحد) The One, the All Inclusive, The Indivisible
68.As-Samad (الصمد) The Satisfier of All Needs
69.Al-Qadir (القادر) The All Powerful
70.Al-Muqtadir (المقتدر) The Creator of All Power
71.Al-Muqaddim (المقدم) The Expediter
72.Al-Mu’akhkhir (المؤخر) The Delayer
73.Al-Awwal (الأول) The First
74.Al-Akhir (الأخر) The Last
75.Az-Zahir (الظاهر) The Manifest One
76.Al-Batin (الباطن) The Hidden One
77.Al-Wali (الوالي) The Protecting Friend
78.Al-Muta’ali (المتعالي) The Supreme One
79.Al-Barr (البر) The Doer of Good
80.At-Tawwab (التواب) The Guide to Repentance
81.Al-Muntaqim (المنتقم) The Avenger
82.Al-‘Afuww (العفو) The Forgiver
83.Ar-Ra’uf (الرؤوف) The Clement
84.Malik-al-Mulk (مالك الملك) The Owner of All
85.Dhu-al-Jalal wa-al-Ikram (ذو الجلال و الإكرام) The Lord of Majesty and Bounty
86.Al-Muqsit (المقسط) The Equitable One
87.Al-Jami’ (الجامع) The Gatherer
88.Al-Ghani (الغنى) The Rich One
89.Al-Mughni (المغنى) The Enricher
90.Al-Mani'(المانع) The Preventer of Harm
91.Ad-Darr (الضار) The Creator of The Harmful
92.An-Nafi’ (النافع) The Creator of Good
93.An-Nur (النور) The Light
94.Al-Hadi (الهادي) The Guide
95.Al-Badi (البديع) The Originator
96.Al-Baqi (الباقي) The Everlasting One
97.Al-Warith (الوارث) The Inheritor of All
98.Ar-Rashid (الرشيد) The Righteous Teacher
99.As-Sabur (الصبور) The Patient One

Posted from WordPress for BlackBerry.

Featured

selamat malam

Seadanya aku datang padamu..
Dengan segala mungkin kekurangan ku..
Yang tak sempurna seperti apa yang kamu mau..
Dan berharap kamu bisa menerima ku..
dengan harapan yang sama akan ku berikan untukmu..
Karna saat ini..
Dalam kehilangan yang aku rasakan..
Sepiku sirna terganti kebahagiaan..
Larutku menerjemahkan kesunyian yang ku hampir bisa lupakan..
Saat bersamamu..
Walau kau tak merasakan..
Tapi ku punyai kedamaian semenjak mengenalmu..
Selamat malam untuk setiap bait kata..

Posted from WordPress for BlackBerry.

Featured

selamat malam edisi kesekian

Tak ku butuhkan seribu kali bulan hadir dalam gelapku..
Bila hanya untuk mencintaimu..
Sedetik dari nafas yang ku hembuskan sudah mampu menyayangimu..
Karna ada sebuah hal yang seakan membiasakan ku untuk semua itu..
Kamu tau?
Walau pun sakit nantinya..
Aku tak akan merasakan perihnya..
Karna bagiku..
Menuliskan ini padamu adalah hal yang sangat luar biasa dalam hatiku..
Sebagai kebahagiaan yang akan ku ingat untuk sepanjang hidup ku..
Diwaktu ku diam bersama malam dan keheningan ku..
Selamat malam sebuah rasa yang tak pernah ku sesalkan..

Posted from WordPress for BlackBerry.

Featured

Wanita

Ketika wanita diciptakan ia diharuskan untuk menjadi seorang yg istimewa……

Diciptakan bahunya utk menopang dunia,namun harus cukup lembut utk memberikan kenyamanan.

Diberikan kekuatan dr dalam utk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yg sering kali datang dr anak2nya diberinya kekerasan utk membuatnya tetap tegar ketika orang2 lain menyerah dan mengasuh keluarganya dgn penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.

Diberinya kepekaan utk mencintai anak2nya dalam setiap keadaan meskipun setiap anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.

Diberinya kekuatan utk mendukung suaminya dalam kegagalan dan melengkapi dgn tulang rusuk suaminya utk melindungi hatinya.

Diberinya kebijakan utk mengetahui bahwa seoarang suami yg baik takkan pernah menyakiti isterinya tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya utk berada disisi suaminya tanpa ragu.

Dan akhirnya diberinya air mata utk dititiskan,ini adalah khusus miliknya utk digunakan biarpun ia diperlukan.

Kecantikan seorang wanita bukanlah dr pakaian yg dikenakan,pesona yg ia tampilkan ato bagaimana ia menyisir rambutnya,kecantikan seorang wanita harus diliat dr matanya karena itulah pintu hatinya tempat dimana cinta itu ada.

Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat.Tidak ada yg menggantikan kerja keras.Keberuntungan adalah sesuatu yg terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Featured

Remember When (spechles edition)

Apapun yang kau katakan..bagaimanapun kau menolaknya..cinta akan tetap disana menunggumu mengakui keberadaannya..
Ada saatnya kita tidak dapat memilih yang terbaik…ada saatnya kita berbuat kesalahan..tapi ada saatnya kita harus mengikuti kata hati yang akan membawa ke mana kita pergi…
Kadang ada sedikit sesal ketika ingat ada waktu yang sempat tersia siakan…kau hadir tapi aku tak pernah sempat menyadari keberadaanmu…
Mungkin hanya sekedar sapaan basa basi yang tak ada artinya…sampai akhirnya waktu itu tiba..
Indah menyapa…tak tahu dari mana awalnya …yang jelas ketika itu tiba tiba senja menjadi berwarna..
ada aku..kau dan bintang..
Sejak itu semua berubah..
Kanvas mulai kubentangkan dan kau pun mulai melukisnya..
Lukisan indah..
lukisan sedih..
lukisan duka lara yang kau derita..
Lukisan hati..
lukisan kita..
kau..aku dan cinta..
Kau tampung semua lara yang kuderita..
sepiku kau lukis menjadi langit yang berwarna..
Berbagi…
Hingga aku membutuhkanmu..
Cinta menjelma sepasang sayap yang mampu bawa kita terbang tinggi…
Riak kecil pun datang..
Goda..coba..cemooh..hinaan..hampir hampr tak sanggup kutanggung..
Hampir menyerah..
Tapi selalu saja kau sediakan dadamu untukku bersandar..
kau seka airmataku agar tak ada yang lain yang menghapusnya..
Bangga..bahagia..kita bisa melewatinya..
Karang tetaplah benda..
Hingga suatu ketika ombak besar menghantam dirimu..
Salah satu kebangganmu hilang..
Kau limbung Bintangku..
Dan tanpa sadar kau pun menangis..
untuk kali pertama aku bangga..haru..sedih..
kau menangis di pelukku..
Kau curahkan semua dukamu..
Laramu dan Takutmu dibalik sisi tegarmu..
Akupun diam…hanya menyeka airmatamu..
Mengusap wajah teduhmu..ada sejuta duka di helai rambutmu..
Bangkit Bintang…kataku …
Dan kau pun mampu melewatinya…
Kau benar..cinta adalah tempat kita mengekspresikan semuanya..termasuk setia..
Kau pun membuktikannya..
biarlah semua berkata apa..
mereka punya hak..
kau pun selalu mengingatkanku..
kalau cintaku seperti udara dan nafas dalam hidupmu..
Agar kita selalu berharap..
agar kita selalu berjuang..
agar saatnya nanti tiba kita mampu meraih bintang..
Kamu tahu cinta..
Kau salah satu Bintang ku
Aku hanya inginkan bahagia buatmu..
Dan aku inginkan setia yang terpendam..bukan sisa setia..
kamu tahu Bintang..
Kepadamu.. aku selalu menyimpan cemburu dan rindu..
Meski kadang sesak..aku yakin kau kan mampu melenyapkan ragu menjadi tahu..
kau hilangkan tawar jadi rasa..
derita jadi bahagia..
Semoga…
Akan kubentangkan terus kanvasku dan kuingin kau selalu dan tak kan pernah lelah melukiskannya untukku..

Featured

Cinta Dalam Diam

Perlahan ada yang berubah. Cinta yang muncul dalam diam dan tumbuh dalam keheningan. Yang datang, bahkan tanpa aku sadari. Berjalan bersamanya, larut dalam tawa dan semua kelakarnya, limbung dalam senyum dan tatap mata. Bahkan
saat jari-jari itu meraihnya, satu hal yang kerap terjadi sejak semula, dan satu bisikan kecil di telinga…sesuatu didadaku berdetak lebih cepat dari yang dia duga.
Dan di saat aku semakin jatuh bangun untuk tetap ada dalam skenario yang telah dia tata, dia malah semakin wajar dan menjalani perannya apa adanya
Aku hampir putus asa, lalu aku teriakkan cintaku ke udara, tapi ternyata…..meng uap sia-sia!!
Bahkan ada gadis didekatnya, hampir selalu bersama, dan telah menjelma, menjadi apa yang pernah dia minta : Angin !!
Dan aku terlambat mengerti dan tiada menyadari…..Dia telah ada diseberang lautan.
Dan prahara itu benar-benar terjadi. Menggulung bentang cakrawala,,,mem udarkan bianglala,,,men arik fajar…dan di kejauhan ,perlahan bergerak.bayang -bayang malam. Dan disinilah dia sekarang,,,ters eok menghalangi…
Perlahan ada yan berubah. Cinta yang muncul dalam diam dan tumbuh dalam keheningan yang datang bahkan tanpa aku sadari. Terlalu pelan kesadaran itu datang and disaat mata terbuka aku telah menjadi gumpalan…

Hari-hari datang, diam,,,,dan hilang
Lewat satu demi Satu
Setelah melambung di awang-awang
Setiap malam dibelai mimpi-mimpi indah
Yang rasanya seperti kenyataan
Namun dihempas tanpa ampun
Begitu mata terbuka
Akhirnya kesadaran itu datang
Bahwa akan ada hari akhir untuk semua ini
Hari disaat ia hanya akan mengucapkan
” Terima Kasih…Kau mencintaiku”
Tak lebih!! Dan lalu dia pergi…..

Aku mencintaimu, tapi kala itu juga tangisku bermula, untuk mencintaimu… atau entah…membencim u.
Dan aku masih disini
Diam, menghukum diriku sendiri
Mengapa berat kurasa tuk meninggalkan masa lalu itu?
Kini, yg aku mau
Kebekuan itu mencair dan kita mulai lagi irama hidup,
Mengisi lembaran suka maupun duka
Yg lebih bersahabat,,,

Cinta datang pada mereka yg terus berharap sekalipun pernah dikecewakan, dan pada mereka yg masih percaya meskipun pernah dikhianati, serta kepada mereka yg tetap mengasihi walau pernah disakiti.

Sudah sekian banyak waktu yg aku habiskan untuk bertapa agar aku melupakanmu, menghapus relief namamu dihatiku. Jangan coba tanyakan apa yang aku rasakan selama ini. Pedih dan pilu tak berkurang sedikit pun, sakit itu masih saja mendetak di hati. Sering ku coba nampak di permukaan sebisaku. Agar aku bisa menemukan tambatan hati yg baru, tapi tak bisa. Karna luka itu ternyata terlalu dalam untuk ku. Aku benar2 tlah karam tanpamu pedih & sakit hati yg begitu memilukan telah menenggelamkank u ke dalam lautan yg entah lautan apa. Hari2 ku tanpamu adalah hati yg sunyi & beku diantara gelora lautan yg menenggelamkank u

Aku belum mau berhenti
Aku masih kuat menjalani
Aku masih punya seribu mimpi,,,
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata2 yang belum sempat diucapkan kayu kepada api yang telah menjadikannya abu,,,,,
Lalu apakah keabadian itu sendiri
Awal yg tak berakhir
Pertemuan tanpa perpisahan
Mempercayai meski tak pernah mengalami
Memahami meski tak pernah memiliki
Mencintai meski tak pernah menemui
Keabadian,,,,,, ,

Featured

????

Disaat aku tau..
Disaat aku menjadi perihmu..
Disaat itu sebenarnya aku malu..
Disaat itu sebenarnya aku sudah merasakan..
Dan disaat itu pula sebenarnya aku sudah terlalu jauh meninggalkan apa yang sebenarnya tidak harus ku tinggalkan..
Ketika semuanya ku rasa mudah..
Ternyata sulit yang ku dapatkan..
Tidak seperti apa yang aku fikirkan..
Untuk kembali walau perih yang ku torehkan mampu kau hapuskan..
Selamat malam diantara arah yang sebenarnya sejalan..

Featured

Rasaku Rasamu

aku belajar menyederhanakan rasa, belajar mengungkap bias,
belajar memaknai rasa, sederhana..begitu biasa.

aku belajar bukan sekedar lewat tulisan namun dengan sentuhan.
belajar berucap lewat suara, bertutur lisan masih sederhana sederhana.
belajar berekpresi lewat sungging senyuman juga rengkuhan.

darimu, denganmu, aku belajar menerima kekurangan,
menikmati terbang, menikmati setiap peristiwa
menjadi butiran mutiara kenangan yang ku temukan.
aku belajar rela, apa adanya, apa kau bilang…hmmm?
rock n roll ya..

dan kini masih denganmu aku belajar kehilangan
tapi bukan menghilangkan

Featured

Kamu #ku

ªkυ͡ merindukan mu tapi ªkυ͡ takut mengganggu aktivitas kerja mu,,,

ªkυ͡ ingin perhatian mu,,tp ªkυ͡ takut memintanya,,karena perhatian mu sudah lebih ke ªkυ͡,,,

ªkυ͡ ingin kau disn tp ªkυ͡ takut karena masih banyak yg lain di sn yg lebih membutuhkan mu,,,

Mendoakan mu adalah cara ku memeluk mu dari jauh,,apapun km dan bagaimana pun km disn,,
Tuhan akan mengingatkan mu,,kalo ada sosok jauh dsn menunggu mu,,:)

Featured

Sayap Putih

aku dan sayap putih terbang
memenuhi undangan langit
menjemputmu, menjemput satu bintang berpuisi
yang bersembunyi dipekatnya langit

diluas cakrawala biru,
tempat warna biru berpendar dengan warna abu
dan langit begitu kontras memantulkan cerah
warna nila berbaur indah disetiap kepakan

aku dan sayap putih menukik
menutup cakrawala dengan kepak sayapku
mengartikan langkah semu dalam dunia cinta
memaknai bait bait sendu
memandang diam dari balik mimpi
diluar yang kusebut sempurna
sampai berhenti mencari,
lantas landai kembali menjelang senja
bertengger menikmati sayup malam yang terurai

sekali lagi

aku dan sayap putih
kembali terbang memenuhi undangan langit
menjemput bintang berpuisi
: kamu

Tatkala puisipuisiku diam
parasmu mewujud gradasi kalbu
menyunting ilustrasi bersayap
pada hembus nafas rinduku

adalah sejuk matamu, melukis embun di ranting kecil sisa gerimis kemarin
sesyahdu senyummu yang melintasi beribu angan di jarak sapaku

biarkan puisiku melantunkan baitbait madu
di diammu yang puisi

kau serupa seribu penyair, menyapa bidadari menari di lantai pelangi
yang meletupkan gemulai di salur lekuk tujuh takdir ronamu

aku ingin serupa sayapmu
yang memeluk tak berbatas waktu
di degupmu

Featured

stay here

tetaplah disini
berjalan disisi
wahai engkau sang hati…

kita bagai pendaki
tertatih berjalan menyusuri
bukit terjal dimana nurani bersembunyi
sampai ke ujung menempa kabut yang terselimuti

genggam tanganku
erat pelukan lenganmu
wahai engkau pemilik kalbu…

kita bagai sepasang jiwa buta
menitih lembah terjal dengan gelap
meraba di tiap tikungan kerapuhan
mengalahkan keheningan menjadi keteguhan

ku ucap sekali lagi padamu
wahai engkau sang penguasa sanubari…

kita hanya sebatas lingkaran
yang hanya punya satu titik keabadian
saat keluh mengalir biarkan kita saling membasuhnya
saat air mata mulai menetes di sudut pipi kita saling menyeka
ketika kita lelah, menundukkan wajah
kita dendangkan kembali bait-bait maha cinta yang kita buat
tersenyum merekah dan melenalah jiwa.

disetiap perjalanan kita, bawalah lentera keikhlasan
rentangkan sesak yang menghimpit rongga dada
dan biarkan rangkaian sesal berbaring menjadi tumpuan kita berjejak
sayang…aku berujar kembali padamu

kekuatan cinta akan hadir abadi
jika sebening air mata tak terlukiskan digaris senyum
hari-hari kita. percayalah.

Featured

EMBUN

menatap luar pintu kamar
warna buram
tampak abu-abu
sepertinya mentari mengalah

denting suara adukan sendok kecil terdengar
dan aroma kopi yang keluar dari asap panas secangkir kopi
membuatmu terjaga, menggeliat manja
tersenyum dan menatapku diantara mimpi yang masih tertera

“sayang..masih kabutkah?” tanyamu.

aku menganggukkan kepala, diraihnya cangkir merah kesukaannya.
aku memperhatikan setiap detail caranya menikmati kopi
khas….aku masih memandangi bibirnya basah mengecap oleh secangkir kopi
yang kuseduh tadi. dia menarik tanganku membenamkan kepalaku dalam pelukannya
selimut tebal hangat seolah menenggelamkanku

“sayang, aku harus pergi..” ucapnya bangkit dari tempat tidur
menyingkap selimut tebal, seraya mengecup keningku.
aku hanya mengangguk, menguntit pandangan. sampai suara gemercik air terdengar.
achh…aku terdiam, mengemasi yang terserak sembari menghafal rasa lembut
tiap detak yang diberikan, merekam tiap skala dari caranya memandang
sampai dia berlalu dengan sentuhan kecupan dikening sekali lagi
sebelum dia hilang kembali

embun…
kabut tebal masih menyelimuti
angin dingin menerpa tubuhku yang terpaku di depan pintu
dari kejauhan kulihat dia berlari-lari kecil
membelah kabut yang seolah menutupi separuh belahan bumi
menyibakan aroma hujan yang sebentar lagi akan datang
aku kalah..kabut telah menelannya membiarkan aku
yang masih membawa cangkir merah dengan bekas sentuhan bibirnya
yang mengambang dipinggirnya.

Featured

Kita ini Sepasang Mimpi

seperti bintang berpegangan kuat pada galaksi rase bintang diangkasa.
langit adalah tempat aku menempa, memaku jiwa. kala purnama mulai menyapa.
dan kita sempat terlelap sambil memegang mimpi menjadi imaji abadi,
dan tak mengenali kembali kemana kesucian langit yang menggariskan takdir kita.

kembali terulang, menjadi kenangan yang melahirkan senyuman membuat kita tegar, berhadapan
meski bayangan lintang memudar.

genggam tanganku? musim ini kita telah menyala api kemudian kita mengharap kelahiran hujan
dan yang terakhir kita mencoba meraih pelangi. kita seperti sepasang daun yang terlontar dari ranting
dan terjerembab pada tanah basah, kadang dingin kadang berputar-putar pada masa siang dan malam
hujan dan panas.sampai benar-benar terhempas.

tatkala kupandang purnama pada temaram kemarin.
ada masa yang masih berputar mengelilingi curah airmata, desah sapa telah kita suatu awal, dan pada
heningnya penantian telah kita jadikan cerita yang terlupakan.

genggam tanganku? sesungguhnya kata-kata yang terurai lepas, adalah janji yang telah diucapkan, menjadi patri
dalam lubuk jiwa terdalam.
kemudian menjadi hamparan pada kepasrahan kita menyerukan cinta sebagai segalanya. yang membuat sempurna.

kita adalah sepasang mimpi, yang meninggalkan purna, mengejar jejak matahari untuk menghangatkan jiwa kita.
melupakan bahwa telah ada air mata yang tak mengalir diatas ketentuan cinta pada derai doa

Featured

di titik hening

Temani sunyi setapak hati
yg kini kosong
sepiku meramu hening,
lebur dalam bias malam yg
memancar bening

duhai pujangga hati,
lukislah syair cinta untukku
warnai dg bintang bintang
yg berpijar itu

duhai pujangga cinta,
lafadzkanlah sajak hati
untukku
bisikan dalam rembulan yg
terang itu tentang gelora ini,
menggigil tergerus rindu
yg sedang mengalir
disukmaku disini,

dalam balutan diam ini,
merangkai Do’a-do’a,
yg menjulang langit,
;
dibawah kuntum-kutum
cahayaNya yg Maha Mulya 🙂

Featured

bahasa jiwa

dengarkan bahasa jiwa, seperti samudra bercerita
ombak, pantai dan gemuruh adalah kisah misteri yang tak bsa d pahami,,

kemarin aq adalah sepatah kata yg tak bsa d ucapkan
namun kini aq adalah sebuah nama yg bsa kau maknai lbh dalam,,
jika mampu

dan biarkan aq menjadikan ombak, gelombang, gemuruh dalam luasnya samudra, menjadi ungkapan jiwa misteri.

dimana sisi pantai yg sanggup kusisir, dn tepat untuk menjadi lautan indah utk menenangkan hati.:)

Featured

Rasa yang tersimpan

Ada saatnya..
ketika nanti kamu benar benar sendiri..
Aku akan datang dengan setangkai mawar..
Mawar yang ku simpan dilaci kamar ku..
Mawar yang kemarin ku bungkam tak jadi berikan padamu..
Dan jangan bertanya nanti ketika suatu hari aku memberikannya padamu..
Jangan bertanya kenapa mawar yang ku beri adalah setangkai mawar yang kering dan layu..
Karna terlalu perih aku untuk menceritakan kenapa aku memberikan mawar yang kering dan layu itu..
Selamat malam untuk semua rasa yang tersimpan..

Featured

KAWAN

Taukah kamu berapa lama masa yang kita lewati bersama??
Aku tak ingin tau,
Karna kamu selamanya bagiku…..
Bersamamu,
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan terpecah menjadi bahagia
Dan airmata yang terlanjur jatuh….
Takan berubah menjadi nestapa
Denganmu,kepenatanku tergilas sirna

Terkadang disatu waktu,
Prasangka pernah menjauhkanmu dariku
Tapi sungguh kawan,
Amarah takkan bisa bertahan lama dikalbuku
Kusadari aku terikat jauh kedalam hatimu

Ingatkah kawan,
Kita pernah duduk bersama
Melukis langit dengan impian
Tentang aku , kamu dan kehidupan……

Featured

no title

Kapan kita bersajak lagi…?

sejak rindu itu mengecup keningku
dan pejaman mata terbenam jatuh
disemak ilalang

gelapku mengeja hitam
dan kau tak ada
tak ada lagi cahaya, tak berpurnama

bermalamlah disini,
kita menguncup kabut di lembah bukit biru,
di sana kita biasa menunggu
dengan sebuah harapan, bahwa mendung akan melembut
seperti dulu.,,:)

Featured

sejarah cinta

Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku

Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah

Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati
Saat aku tak lagi di sisimu

Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan

Pasti tahu cinta kita sejati
Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesunyian cinta

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati:)

Featured

kerlip mata

Kasih,
Kutatap ribuan kerlip cintamu, dihatiku….
Gemerlapnya, getarkan penghujung harap,
Pangkalkan asa akan sinaran jingga,
???? masih dapat kumiliki…

Cinta,
Lingkari hari dalam rindu,
Buaikan senja untuk temaram sukma,
Selayak pasangan dierat peluk,
Saat pekat meredupkan sinaran,
Hingga, Bertegur diperaduan ….

Sayang,
Kerlip itu adalah cahayamu,
Sekerlipnya bintang, tak seindah kerlip
Sayangmu pd hatiku,
Menjalar disebelahnya rindu
Meruah disetebalnya cinta….

Featured

Rindu

Sayap sayap kesunyian
Menuntunku dalam belahan rindu
Melambai bagai buih buih lukisan
Jilatan jilatan asmara itu kini membara
bermain dengan kehalusan
Yang datang dalam malam untukku
Jauh dipuncak sunyi in Kusandarkn keresahan
Menggantung dalam genggaman malam yg setiap detik merindukanmu
Kini biarlah langkahku membawa resah
Karna pilu tak lagi sendiri
Ia bermain dengan rindu & air mata
Bila sampai senja nanti
masih ku sandarkan keresahan
Itu karna bayangmu masih hadir dalam hidupku;)

Featured

NUANSA (with U)

Nuansa minggu ini berjalan sangat pelan
Menuntunku dalam hari semu bermadu
Degup yang berbinar rindu kutitipkan lewat mimpi
Inginnya membuai mesra jemarimu

Sepotong kata yang tiap waktu berima
Membawa aroma dinginnya salju ke dalam dada
Sepatah sajakmu yang berdenyut mesra
Tak meletihkanku untuk mengagumimu

Biar lupakan kenangan yang menjadi cerita kelabu
Dan rasakan jangkah mata ini yang melejit semakin jauh
Dan semakin tau isi hatimu
Semua tau dari senyum lembutmu

Yang membalut kesepian dalam paras berbuih
Disini aku masih tergelap cinta menunggumu
Membingkai hati dengan selimut kerinduan
Pada tepi ranting beruas yang menopang perhatianmu

Kamuku…..
Remuk merobek rusukku bila kau abaikan aku
Karena sebegitu panjangnya putaran hari tanpamu
Meski engkau tegap meratap kalbu
Tetap saja ku termangu membisu

Featured

SUNYI

Kesunyian Menyelimuti
hingga tiba sang fajar menylinapi ku disini masih sendiri
tanpamu yang biasa di hati yang tlah terukir indah
dan terbingkai rapi bersamamu, , ,

adakah di sana kau Rindukan ku
aku disini slalu merindukanmu (…. ….)
tak terbatas oleh Ruang dan waktu
dan adkah rindu ini mash mampu membelai byangan indah mu dsana
hingga kmulai mnitikkan btran bning airmataku

hari, bulan,tahun kini tlah terganti
namun dirimu masih dihati..
ku tau kau kini bukan milikku
tapi cintaku masih milikmu

yang tlah ku tata rapi dngan syap2 cinta kita
namun sayap2 itu kini tak berarti
hingga tnggal knangan2 rindu brsamamu
kini ku bingkai indah kenangan itu,,,({})

Featured

KAU (sometimes)

Kulamar kau di ujung rindu,
bermahar seperangkat do’a dan sekuntum lafadz cinta.
Bersama ungkapan yang tak sempat disampaikan madinah kepada mekah,
seperti kumandang takbir yang khusyuk membentur Aqsha.
Kusentuh auratmu dengan jemari kalbu,
tanpa menggores luka apalagi mencekik sukma.
Kau gemulai senja,mengantar pujangga dalam ibadah cinta.
Aku riang surya,
air mata suka cita kamboja sekaligus penawar getir kesedihan purnama.
Sebaris namamu,oh cinta…
Kuhaturkan ayat-ayat pelipur lara.
Dalam namamu,duhai rindu…
Kugemakan kidung kesaksian Aisyah untuk agama
dan pengabdian cinta.,,({})

Featured

selepas subuh

pagi selepas subuh
anginmu mengalir sepi riuh
seperti angin mengalir berdesir
berburu waktu yang terus mengalir
 
pagi selepas subuh
masih meninggalkan sisa mimpi
berlayar ke negeri jauh
menyongsong matahari pagi
 
pagi selepas subuh
semilir angin perawan
kepak – kepak  kapal nelayan merapat berlabuh
menumpahkan segerobak harapan
 
selagi masih pagi
selagi angin masih segar
selagi udara belum terkotori
selagi raga masih bugar

mari kita songsong matahari
mari bekerja
mari berkarya

taklukan titik   -titik cahaya pagi

Featured

sinarmu

wahai matahari…
Sinar hangatmu selalu kunanti
Dalam dinginnya pagi
Selepas malam yang sunyi

Dalam cahayamu
Kukalungkan sejuta harapan
Dalam pancaranmu
Kurajut segudang impian

Karenanya
Dengan sabar kutunggu hadirmu
Di setiap jengkal waktu
Sejak dewi malam erat memelukmu
Kulalui pilunya gelap sendirian tanpamu

Kuyakin akan kesetiaanmu
Tiada ragu sedikitpun dalam kalbu
Esok hari ku kan songsong cintamu
Menikmati lagi lembut sapamu
Hingga senja mengajakmu
Kembali ke ruang peraduanmu

Featured

RINDU KIAN MERAJAI

Merasuk sendu ke dalam relung jiwaku…
Mengelana di tengah padang gurun penantian..
Menanti dan mencari oase…
berharap ada bayangmu di tengah perjalanan
membawa setetes rindu..
Ataupun sepoi angin tuk kutitipkan bisikan rinduku pdmu duhai kamuku…

Jalanan terasa sunyi bagai berjalan diantara badai gurun pasir…
mencari secuil tempat untuk menepi
bak musafir tanpa kompas

Sesak dada, seperti ditusuk sembiliu
benci pada cinta!
benci pada rindu!
benci saat-saat menghapus semua cinta dan rindu
semua terasa seperti penyakit yang memangkas usia

Hanya bersmamu meski sekejap mata,bersama melepas hasrat Ɣªήğ tak terbendung…
Sbg pembilas dahaga kerinduan ini..({})

Featured

Hy Kamu

Malam berselimut kabut kelabu,,,
Menghantarkan dewi chandra dalam peraduan,
Berhiaskan kerlap_kerlip bintang namun tanpa cahaya,,,

Angin malam menusuk membahana kalbu,,
Hanya gelap dalam relung jiwa yg terusik,,
Bayang_bayang pun sirna,,
Seakan terhapus dlm kegelapan,,,

Ini lah jiwa dalam kegelapan,,
Yg menangiis tanpa air mata,,
Yg berusaha Bangkit,,walau rapuh menghampiri,,,

Sanggupkan jiwa itu,,
Genggam erat lah,,
Papahlah,,dan biarkan bahumu untuk sandaran nya,,,
Ijinkan hangat peluk mu,,mengaliri jiwa,,
Hingga batas mimpi menghampiri nya,,,:)

Featured

U’R My Inspiration

Kamu itu sekotak talenta
Laksana Apollo alam fana
Dipadu laras senada
Berkidung tanpa lepas lembutnya…

Cumbu jemarimu bersama bilah piano
Dawai yang tergelitik di kali milano
Dalam padu irama perkasa
Pernyataan rasa…

Dirimu secawan inpirasi
Terulas berwarna
Reka garis dan tokoh imaji
Kanvas mengabadikan aura…

Vanitas hingga kupu-kupu nada
Pun tercerita oleh kata
Terlisan dari bibir-bibir manusia
Pernyataan cinta…

Featured

Pemilik Hati

Dengan puisi ini…
Aku ingin engkau melihat bahwa
Di dalam Kedalaman rasa
Kini telah di penuhi oleh rindumu
Yang kerap bersenandung merdu
Hingga menggali kenangan masa lampau

Di mana masa yang pernah…
Terukir indah atas nama kesetiaan
Dimana masa yang pernah…
Terlukis kekal atas nama seorang kasih
Dimana masa yang pernah…
Tebarkan gelora rasa atas nama cinta

Diantara dedaunan…
Telah berbias berhiaskan embun keindahan
Di jelang pagi untuk menyambut cinta darimu
Yang telah lama menyilam
Diantara desir angin…
Telah berbisik tentangmu yang masih
Berada di negeri seberang sana

Biarlah…
Ku agungkan gelora cinta
Atas rindumu yang ku cinta
Kelak waktu yang kan menyatukannya
Biarlah…
Ku puisikan keluhan hati
Agar dahaga rinduku dapat
Dirimu dengarkan ketika
Bait-bait berisikan tentang kerinduanku
Untukmu duhai sang pemilik hati…

Featured

Senja

Ketika warna senja membayang
di atap langit sebelah barat
warnanya memerah…
Membawa setumpuk kerinduan.

Rinduku menyeruak naik
menuju lembaran-lembaran awan.
Di sana terlukis sebuah nama dan rupa
yang selalu ku bayang dan kusapa.

Engkau…
Kini pemilik hati
yang selalu memanggilk dikala senja
yang menghanyutknku dengan nada sendu
dalam segudang syair rindu.

Aku berharap akan hadirmu
untuk menemani senjaku
memelukku dikala mentari pulang
sehingga aku tak kesepian dan kedinginan di sepi malam.

Featured

Aku Cinta Kamu

Selamanya…
Kau rinai hujan yang tak pernah lepas dari mendung hitam
hingga gerimis menyentuh rinai mu tak pernah lekang

Selamanya…
kau ranting yang tak pernah kering,
Menanti daun-daun berganti menguning

Kau tahu, dan aku juga tahu
Tak ada yang kekal abadi
Bahagia adalah tempat persinggahan dini
Datang dan pergi, tak mampu terhindari

Terima kasih untuk tenteram yang telah kau bagi
Melalui peluk..juga desah nafas iringi ucapan kata sayang
Terima kasih kau izinkan aku membalas kata
yang pernah kau bisikkan melalui rintih…
“Aku cinta kamu”

Featured

SAYAP KESUNYIAN

Sayap sayap kesunyian
Menuntunku dalam belahan rindu
Melambai bagai buih buih lukisan
Jilatan jilatan asmara itu kini membara
bermain dengan kehalusan
Yang datang dalam malam untukku
Jauh dipuncak sunyi in Kusandarkn keresahan
Menggantung dalam genggaman malam yg setiap detik merindukanmu
Kini biarlah langkahku membawa resah
Karna pilu tak lagi sendiri
Ia bermain dengan rindu & air mata
Bila sampai senja nanti
masih ku sandarkan keresahan
Itu karna bayangmu masih hadir dalam hidupku

Featured

Jiwa Cinta

Jiwa…………
terbumbung di antara derasnya air hujan,
aku terbatu menatap sang pujaan hati
seraya berhayal,akankah dia jadi miliku…

akankah emas takdir kehidupan,sudi menghampiri.

cinta…….
begitu gelora,namun terpendam bersama hujan yang senja,
aku hanya mampu menatapnya,tapi tersudut tuk lafazkan

kini aku bersila, duduk di antara sumber niaga, sambil menulis puisi yg hanya aku, jiwa dan hatiku mengerti.

puisi bagiku………
adalah ungkapan hati yang tak dapat di lantunkan, ia hanya bisa di jabarkan, dari huruf yg membentuk kalimat-kalimat nurani.

cinta yg terpendam…………
begitu pedih menyayat hati, dia pilu tuk menahan,namun takut tuk tuturkan,karna paras tak semerbak arjuna, karna harta tak sekaya bangsawan, hanya hati setulus murni yang di miliki, sungguh tak cukup menampung rindu.

cinta………..
takan pernah sama seperti dulu…….
takan berpihak pada yang layu………
takan singgah di hati pilu………
itu yang pantas untuk diriku………

Featured

LULUH

berlari aku,
ke hutan bersama dedaun harapan yang telah layu,
berlari aku,
ke pantai bersama pepasir hati yang luluh,
berlari aku,
ke arah malam bersama bayang yang tak tentu,
sayang sekali,
warkah itu buat langkah ku mati,
andai dedaun tak berguguran lagi,
petik bunga nya sebagai pengganti,
andai pasir tak tergenggam lagi,
ambil batu nya peneman hati,
andai bayang tak nmpak lagi,
biar kan saja agar hati mu tak bersedih lagi,
menitis airmata ini,
saat waktu itu ku miliki,
hilang dan tak sanggup ku ganti,
biar mati langkah ini,
mencari cebisan terakhir perhubungan ini….

Featured

dewi Rembulan

Lentik jemari telah lukiskan
Sang dewi rembulan malam
Sejenak mata terbuai lelap
Akan paras pesonanya yang
Sangat terlihat merona…

Teduh mata berseri wajah
Akan cinta yang telah menjamah
Di dalam sanubari dengan perlahan
Dan menghembuskan
Nafas ter iklhasnya….

Gemintangnya purnama malam
Membuka sejuta lembar kenangan
Yang sangat mengesankan
Dan masih menggumpal
Bersama serpihan-serpihan
Di dalam relung hati….

Ku puja rindu kasih di sepanjang waktuku
Dengan segenap ketulusan hati
Meskipun kian samar dan tak bertapak
Seiring bergulirnya waktu….

Featured

SEPOI ASA

Tersingkap dlm bulir-bulir riang bening silau air,,
terusik miris tirai_tirai di relung hati,,
Seakan bias cahaya tak mampu hangatkan,,

Tesingkap bias warna pelangi,,
Seakan pesona tiada asa,,,
Ketika se titik putih menghampiri,,
Seakan ku rengkuh kembali indah pesona jiwa,,,

Ijinkan hati memuja indah pelangi,,
Terbuai bulir-bulir tiada semu,,,
Sepoi asa menyingkap tirai,,,
Hangatkan jiwa nan sepi,,,

Featured

AKU KAU DAN DIA

■KAU DIA DAN AKU■
●♥
♣♣Tertahan sesakku dalam dada ♣♣AKu tutupi lukaku dengan tawa♣♣Tersimpan erat derita hati yang mendera ♣♣Hanya demi senyumanmu belahan jiwa ♣♣Kau takan pernah mengerti ♣♣Kau takkan sanggup pahami ♣♣Cintaku setulus hati ♣♣Sayangku seindah pelangi ♣♣Ku akan tegarkan Saat hati tak ada lagi sandaran ♣♣Ketika kau dalam pelukan ♣♣Ku sadar kau hanya impian ♣♣Maafkan kekasihku ♣♣Ku nodai kehidupanmu ♣♣Walau dia yang kini memelukku ♣♣Hatiku tetap menjadi milikmu ♣♣
●♥●

Featured

AKU DAN KATA

Aku dan kata
mencintaimu…
menyelinap diantara
syair syair mengalir
bersama butir butir
pasir laut..
bukankah sama
seperti ketika
mencoba
menumpahkan
warna
diatas kanvas seraya menunggumu,
lantas langit dan
awan bergerak
pelan…

Aku dan kata
kerinduanku,…
menyelinap diantara
derasnya makna
aksara
dalam untaian kalimat yang
menumpah,
sama seperti ketika
gundukan tanah
menggunung dan
memuntahkan lahar…
deburannya mengalir
begitu saja
menerabas segala

Aku dan kata
kemarahanku..
adalah ketika
terbengkalainya air
disela jemari
mengering, menggenggam dan
cinta itu sendiri
yang memberangus
ego dalam kalut,
takut atau pengecut.
Ada sisa waktu yang berlari
dalam rimbun hutan
Halimun
yang berembun lalu
sepi…

Aku dan kata
kesetiaanku,
adalah merasakan
butiran embun sisa
malam
yang datang pada dedaunan diantara
kabut dingin
yang menyatu
ditanah yang
membasah,
didetak nadi hari lalu menunggu esok
terus datang,
meski aku tertunduk
lesu

Aku dan
kataku………..
menjadi degup
jantungmu,,

Featured

SUMPAH!

sumpah!

bahkan takdirpun
akhirnya pasrah saat pagi melahirkan cahaya surya
dari rahim alam, bahwa cintalah yang membasuh rasa
perasaan dan keraguan

dan akhirnya…

aku merangkumnya menjadi sebait kalimat sederhana,
yang mengantarmu pada letih dan kisah yang tertatih

ahh…
tetaplah menjadi malam dan penyatuan cinta
bahwa tanpanya tak ada bahagia,
seperti kata senja tak bisa menyala tanpa
ada surya yang menenggelamkannya.

Featured

catatan senja

Jiwa…………
terbumbung di antara derasnya air hujan,
aku terbatu menatap sang pujaan hati
seraya berhayal,akankah dia jadi miliku…

akankah emas takdir kehidupan,sudi menghampiri.

cinta…….
begitu gelora,namun terpendam bersama hujan yang senja,
aku hanya mampu menatapnya,tapi tersudut tuk lafazkan

kini aku bersila, duduk di antara sumber niaga, sambil menulis puisi yg hanya aku, jiwa dan hatiku mengerti.

puisi bagiku………
adalah ungkapan hati yang tak dapat di lantunkan, ia hanya bisa di jabarkan, dari huruf yg membentuk kalimat-kalimat nurani.

cinta yg terpendam…………
begitu pedih menyayat hati, dia pilu tuk menahan,namun takut tuk tuturkan,karna paras tak semerbak arjuna, karna harta tak sekaya bangsawan, hanya hati setulus murni yang di miliki, sungguh tak cukup menampung rindu.

cinta………..
takan pernah sama seperti dulu…….
takan berpihak pada yang layu………
takan singgah di hati pilu………
itu yang pantas untuk diriku………:)

Tanpa Judul

Kita hanya perlu mencintai proses perjalanan yang kita lakukan. Entah apakah ia berhasil atau gagal. Entah seberapa banyak tawa dan derai air yang lahir karenanya. Karena kalau bukan kita yang mencintai perjalanan hidup kita sendiri, kita tidak bisa meminta orang lain untuk melakukannya.

Tentang bucket-dream-list yang mungkin pernah tidak kita percayai. Lantas kemudian, ketika kita kembali menulis dan bermimpi, ternyata sebuah centang untuk setiap poin list yang terwujud atau tidak, bukan perkara rasa bangga semata.

Melainkan tentang keberanian.

Berani untuk percaya kalau kita menginginkannya maka kita harus mengupayakannya. Hasil akhir bukan di tangan kita. Sungguh, bukan. Kita hanya manusia yang tidak bisa berkehendak dan membuat takdir. Sungguh, tidak bisa.

Kita hanya perlu mencintai proses perjalanan yang harus kita lalui. Perjalanan yang kita percayai bisa membuat kita menjadi lebih baik. Perjalanan yang kita percayai bisa membuat kita semakin bermanfaat untuk orang lain. Perjalanan yang kita percayai bisa mendewasakan kita di setiap langkahnya.

Kita hanya perlu mencintai proses perjalanan yang kita lakukan. Sebab, hal itu adalah salah satu bentuk syukur atas setiap kesempatan yang Tuhan berikan. Kesempatan-kesempatan yang mungkin tidak diberikan kepada orang lain. Kesempatan-kesempatan yang diberikan Tuhan karena Ia percaya kita mampu memaksimalkannya.

JANGAN BERSYUKUR


Jangan bersyukur karena pagi yang cerah dan mentari bersinar indah, tetapi bersyukurlah karena kita masih bisa menikmati pagi yang segar dan sinar mentari.

Jangan bersyukur karena kita tidak memiliki masalah, tapi bersyukurlah karena kita diberi kekuatan untuk menghadapi setiap masalah dan kesulitan hidup.
Jangan bersyukur atas keluarga dan anak-anak, tetapi bersyukurlah karena kita diberi kepercayaan untuk melanjutkan dan memelihara kehidupan orang lain.
Jangan bersyukur atas segala kecukupan dalam hidup yang saat ini dinikmati, tetapi bersyukurlah karena kita dipilih Tuhan untuk menjadi penyalur berkatNya melalui kelimpahan hidup ini.
Jangan bersyukur atas semua pengalaman indah yang boleh dirasakan, tapi bersyukurlah karena kita mampu melihat yang indah dalam seluruh pengalaman hidup.
Jangan bersyukur karena hidupmu lebih baik dari yang lainnya, tapi bersyukurlah atas kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita untuk semakin mensyukuri hidup ini.
Jangan bersyukur atas orang-orang yang baik kepada anda, tapi bersyukurlah karena Tuhan memperhatikan hidupmu melalui banyak orang.
Jangan bersyukur atas kebaikan yang engkau miliki, tapi bersyukurlah atas orang-orang yang tidak baik yang menjadikan kebaikanmu kelihatan.

Menyiasati kerumitan hidup sehari-hari. Hal-hal biasa seperti mensyukuri Alam, menyisihkan waktu untuk duduk dan beristirahat, mengembangkan sikap gembira dan positif, memelihara kesehatan jiwa dan raga, membuka wawasan dan berbagai hal lain yang tampak sederhana dari luar tetapi sering sulit kita capai karena kita jarang menyempatkan diri. Tetapi justru hal-hal inilah yang sebenarnya dapat membuat kita benar-benar puas dan memberi makna bagi hidup kita

Untukmu masalalu aku telah memaafkanmu

Rasanya menyakitkan menyimpan sebongkah batu kebencian pada apapun, pada siapapun, pada masa lalu yang membelenggu. Padahal, dengan begitu, dengan tidak melepaskan, adalah caramu menolak masa depan.

Segala yang ada dalam pikir, selalu saja membuatmu terasa getir. Padahal, fajar terbit menggantikan malam yang kelam, senja dengan jingganya, senyuman penuh ketulusan, bahagia-bahagia dari hal-hal sederhana, lebih layak kamu cicipi ketimbang menganggap dunia tak lagi berpihak padamu hanya sebab kamu yang tidak pandai mengobati hati

Kehidupan selalu demikian, kadangkala menawarkan luka. Seringkali membuat manusia jadi makhluk yang tak lagi saling mengerti bahwa di dunia ini mustahil ada yang sempurna.

Semesta tempatnya manusia kerap khilaf dari kata yang mereka ungkap, wadah tiap individu tak sengaja maupun secara disengaja melakukan kesalahan dalam bersikap.

Siapapun orangnya,

Sebagai apapun dia dihatimu,

Pernah dianggap bagaimanapun dalam hidup dan harimu,

Masa lalu hanya butuh dimaafkan, kalau kamu masih ingin berbahagia melanjutkan kehidupan.

Bukankah kebahagiaan dan kesedihan tak pernah jadi sebuah keabadian?

Menetapkan goresan beling-beling sakit atas perkataan, perbuatan dan kenangan-kenangan yang menyapamu, hanya bukti bahwa kamu tak pernah siap melupakan.

Mau sampai kapan, menyiksa batinmu sendiri, kala orang yang menyakitimu justru telah lupa pada apa yang sekadar mereka anggap sebagai cerita lama.

Kapasitas hati serupa kedalaman gelas.

Semakin ia terisi, maka yang terjadi hanyalah terbuang tanpa bekas.

Sia-sia saja memenuhi dada dengan masa lalu.

Tidakkah lebih baik dibuang, kemudian membuka lembaran baru?

Pada jiwa-jiwa yang tenggelam dalam kenangan suram, tugasmu di dunia bukan untuk menghitung, kemudian bersembunyi di balik goresan luka lama. Bebaskan dirimu jadi ksatria yang ikhlas melepas. Sebab dengan begitu, langkahmu tak lagi berat, harimu tidak melulu penuh praduga buruk yang mengarat, dan kamu tidak perlu lagi mengingat-ingat.

Berlama-lama memendam luka, akan membuatmu kesulitan melewati hari-hari yang masih memberimu kesempatan berbahagia.

Sekuat bajapun kamu menahan luka, membawanya terus-terusan dalam dirimu, ia akan semakin kuat menyakitimu.

Kata orang, sakit hati tak pernah ada obatnya.

Kalau begitu, kenapa kamu tidak mau mencoba memberi maaf pada sumber sakitmu?

Perihal cinta yang jadi penyebabnya,

Perkara seseorang yang merupakan sumbernya,

Tentang kejadian-kejadian yang begitu membuatmu sulit lupa.

Trauma pada masa lalu yang membelenggu, akan memborgolmu tak pernah sampai pada masa depanmu.

Menerima adalah cara memaafkan segala luka, bahwa waktu tak bisa diputar hanya untuk bertemu seseorang yang menyenangkan, sekadar menjumpai kejadian-kejadian yang kamu inginkan. Waktu tetaplah waktu yang punya dua bagian, bahagia dan luka.

Daging-daging masa lalu yang terus menggerogotimu, hanya membuat apa-apa yang ingin kamu tempuh kian ragu. Kamu mesti percaya, membuang luka-luka masa lalu, meski tak pernah mudah, tetapi pergi dari belenggu luka memberimu perasaan lega.

Tidak perlu terburu-buru, menyembuhkan tak segampang menggoreskan luka-luka yang telah menahun tersimpan dan menjadi beban.

Pelan-pelan, mulailah melepas.

Sedikit saja, cobalah ikhlas.

Semakin kamu menanam luka, menumbuhkannya dalam dada, tak juga mau melenyapkannya, dirimu menjadi pribadi yang mengira, dan berprasangka pada sesuatu yang mestinya hanya perlu dinikmati.

Anggaplah masa lalu serupa hantu, kian kamu tak mau pergi dan berlari meningalkannya, maka ia akan terus-terusan menakutimu.

Beri hati dan dirimu kesempatan mendapat bahagia, melalui masa lalu yang telah lebih dulu termaafkan.

Tinggalkan yang memang hanya akan menahanmu melaju.

Kamu, hanya seonggok jiwa dan raga yang patut bahagia tanpa diberati masa lalu yang terus mengganggu.

Tetaplah menjadi yang aku mau

Apapun itu, aku percaya bahwa hidup adalah lorong pergantian. Ada yang datang, ada pula yang pergi. Berkali-kali, hingga akhirnya akan ada seseorang yang menetap. Entahlah, aku tidak tau apakah kamu yang akan menetap atau bukan. Tapi sejauh ini, kamu yang kubutuhkan untuk tetap di sini.

Adalah ketulusan dan keikhlasan yang ingin terus kulatih dalam hidupku. Untuk menghadapi segala kemungkinan mengenai kamu. Karena kehilanganmu, aku yakin akan begitu menyakitkan. Karena kepergianmu, aku yakin akan begitu merapuhkan. Juga ketidakpedulianmu, aku sangat yakin, akan begitu mengombang-ambingkan

Kumohon, jika suatu hari nanti aku tidak berdaya, jangan kau tertawakan. Sesungguhnya ketidakberdayaanku bersebab tumpukan rindu yang tak pernah kau jamu. Jika suatu hari nanti aku menangis hingga lemah, jangan kau syukurkan. Sejatinya kelemahanku adalah balas dendam atas kepura-puraanku menjadi tangguh ketika kau lukai dulu.

Hingga langit kamarku berubah menjadi gelap. Beralih menjadi kita yang samar-samar dalam mimpi.

Kau, tetap jadilah yang paling baik sampai kapanpun. Jadilah ketidaksempurnaan yang menyempurnakan hidup orang-orang di sekitarmu. Aku, entahlah sedang di mana saat itu.

Rasaku sederhana untukmu

Bersamamu, membicarakan cinta tidak lagi tentang mimpi-mimpi yang akan kita bangun di depan sana. Tidak lagi tentang dimana kita akan tinggal, atau seperti apa keluarga yang akan kita punya nantinya. Bukan berarti kita tidak menyiapkan itu semua, bukan, ini hanya tentang bahagia yang saya rasa menjadi lebih sederhana maknanya. Sesederhana saya yang merasa bahagia saat melihatmu tertawa, atau sesederhana saya yang tidak pernah merasa kurang walau hanya menghabiskan akhir pekan di rumah saja. Bahagia bagi saya menjadi lebih ringkas syaratnya, asal kamu ada, asal kita bersama.

Jangan terkikik dulu, saya tidak sedang merayu. Perempuanmu ini sudah khatam dengan semua lukanya di masa lalu. Tentu saja saya telah belajar banyak dari segala macam hal yang pernah meremuk hati waktu itu. Jatuh cinta jelas melumpuhkan logika, tapi saya punya keyakinan tersendiri hingga memutuskan untuk berhenti di kamu. Kamu dengan segala keanehanmu, justru itu yang saya mau. Kamu dengan segala kekuranganmu, entah mengapa malah mendorong saya untuk maju, menyambutmu. Jalan yang kita lalui tidak akan selamanya mulus lurus tanpa ada sandungan dan batu, bahkan mungkin sesekali kita akan melewati yang terjal dan berliku. Siapkah kamu? Karena saya bersedia melaluinya bersamamu.

Sejak datang, kamu membawa banyak hal yang membuat saya selalu bersyukur. Ide brilian yang tiba-tiba kamu sumbangkan pada detik-detik akhir deadline pekerjaan, ucapan selamat malam yang tidak pernah terlewat sebelum saya tidur, sampai kebiasaan absurdmu yang tingkat keanehannya kadang tidak bisa diukur. Kita juga tidak selalu akur, tapi tidak sekalipun terlintas di pikiran saya untuk menyerah pada hubungan ini lalu kemudian mundur.<

Apa kamu tahu? Saya justru menyukai bagaimana terkadang kamu bisa menjadi manusia paling rewel di dunia hanya karena saya lupa makan siang saja. Kamu yang selalu mengolok cara saya berkendara, atau memuji merdunya suara saya walau dengan menahan tawa. Hal-hal sederhana macam itu yang justru membuat saya yakin hubungan ini akan selamanya berwarna.<

Aku memilih mencintaimu dengan cara yang biasa saja

Kamu jelas biasa-biasa saja. Rambutmu lebih sering berantakan di bagian poni, kantung matamu tampak jelas di akhir hari, dengan santai kau usap wajah dengan lengan kemeja yang bagiku jelas tak steril sekali. Tidak ada sisi dari dirimu yang membuatku ingin mengungkapkan kata-kata pujian istimewa

Jika sebelumnya kata-kata manis mudah keluar sebagai bukti kuatnya rasa, baru denganmu aku memilih banyak menyimpannya. Cinta kita tidak butuh kata-kata. Terlalu banyak aksara di antara kita justru akan menghancurkannya.

Baru denganmu aku belajar mengolah rasa. Tidak semua deru hati perlu diketahui dunia. Beberapa malah lebih indah kalau tetap menjadi rahasia

Kamu menghadirkan nuansa berbeda dalam urusan percintaanku.

Berbeda dengan ikatan-ikatan sebelumnya, kekitaan kita tak semudah itu diendus dunia. Orang luar tak lagi bisa sekilas mata tahu apa yang sedang terjadi di hatiku. Jika sebelumnya kicauan dan tulisan di social media serta merta langsung mendayu, kini lebih bisa kita kendalikan kuatnya rasa itu.

Jelas ada rasa bahagia setiap kali melihatmu datang. Sebab itu tandanya kita akan bisa berbincang. Tubuhku juga terus meremang, bahkan hingga sekarang, waktu aroma manis dari tengkukmu menguar ke udara. Membuatku ingin kamu berada di sisi lebih lama.

Tapi kamu memang anomali di antara semua agenda biasa. Di sampingmu tak lagi kubutuhkan banyak legitimasi dari dunia. Menatap matamu lama, berbincang ringan denganmu di akhir hari sampai malam tiba, berbagi ide-ide random yang kata orang setengah gila — sudah cukup membuatku bahagia.

Bersama, pelan-pelan kita belajar mengerti arti batasan. Kekitaan kita seperti cairan yang idealnya berusaha dipenuhi dalam berbagai kesempatan

Baru di sampingmu aku mengerti — rasa sekuat apapun juga perlu dibatasi. Menggiurkan memang menggeber semua dentum rasa di awal hubungan. Mengabarkan pada dunia, kita menjalani ikatan yang layak membuat mereka membelalakkan mata. Jadi dua lakon manis yang berbagi kata-kata pujian sepanjang waktu bersama.

Tapi bukankah hubungan tak jauh beda dari maraton panjang yang melibatkan beberapa etape melelahkan? Dalam prosesnya kita harus cerdik menjaga kondisi. Mulai dari jauh-jauh hari mempersiapkan diri, agar garis finish bisa dengan sukses dilewati.

Terlalu bersemangat mengayuhkan kaki bisa jadi bumerang yang menyakiti diri. Minum terlalu banyak di awal hari malah membuat kita tak sanggup melanjutkan berlari. Perlahan, kau dan aku belajar untuk makin tahu diri.

Kita memang saling jatuh hati, tak pelak lagi.

Namun tak ada hal yang membuat kita harus berlebihan mengabarkan semua yang sedang dijalani. Rasa yang tenang justru menguatkan ikatan ini.

Dalam diam hubungan ini sungguh-sungguh kupersiapkan. Buatku kamu adalah sahur yang tertata, akan siap kusambut dirimu saat berbuka

Sesekali kamu merengek manja minta lebih diperhatikan. Bukan cuma sekali kamu mengeluh agar aku lebih ringan menunjukkan kata sayang. Lebih sering kutanggapi protesmu dengan acakan rambut ringan, sebab kuharap kau tahu bukan itu yang kumaksudkan.

Ada orang yang rela berupaya sekuat itu untukmu. Tak perlu khawatir, ada seseorang yang bersedia mengabdikan sebagian besar waktu hidupnya untuk mewujudkan mimpi-mimpimu.

Sebelumnya aku harus minta maaf atas kekecewaan, jika bukan kata-kata manis yang kamu dengar. Alih-alih panggilan sayang kamu akan lebih sering melihatku memelototi layar datar demi merampungkan berbagai tanggungan pekerjaan. Sesekali kurelakan waktu bersama, karena tenggat waktu tak lagi bisa diajak berdamai layaknya kawan.

Namun di situ perjuanganku tak lagi perlu diragukan. Kamu punya seseorang yang rela pasang badan demi memenuhi segala kebutuhan.

Bagiku kamu adalah sahur yang kupersiapkan dengan sebaik-baiknya. Buatmu aku tak keberatan harus makan kurma, mengolah masakan berbahan dasar gandum demi tersedianya tenaga, sampai berusaha membatasi perilaku agar ibadah tetap terjaga.

Jika proses mempersiapkan diri untukmu saja kuatur apik begini, bukankah berbuka denganmu nanti adalah hal yang harusnya sangat disyukuri? Kamu tak perlu takut merasa kurang dicintai.

Kupilih mencintaimu dalam diam bukan karena aku pecundang. Bukankah cinta yang lebih bertahan adalah cinta yang tenang?

Tak perlu meragukan kuatnya rasaku. Kita boleh jadi tidak sesering itu bisa bertemu, kamu pun merasa aneh sebab hanya sesekali dimanjakan oleh kata-kata manisku. Aku hanya ingin kamu tahu, bukan di sisi itu permainan yang sedang kubangun bersamamu.

Lebih ingin kubangun hubungan yang melibatkan kerjasama antara dua orang dewasa, partnership penuh kompromi saat berbagai masalah tiba. Ikatan yang membuat kita sama-sama berkembang dalam bidang yang telah digeluti sekian lama. Semua itu membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar membungkus kata-kata biasa dengan manisnya gula-gula.

Kalau kamu mengharap dimanjakan dengan kata-kata yang membuatmu terbang, aku bukan orangnya Sayang. Sudah tidak lagi mudah kuumbar perasaan lewat berbagai ungkapan. Sebab kini kusadari cinta adalah kata kerja, yang hakikatnya harus dibuktikan dengan perbuatan.

Cintaku tidak lantang, Sayang. Tapi bukankah cinta yang tidak lantang justru tidak reda-reda?

LP HALUSINASI PENDENGARAN

LAPORAN PENDAHULUAN HALUSINASI PENDENGARAN

LAPORAN PENDAHULUAN
HALUSINASI PENDENGARAN

I. Kasus (masalah utama)

Perubahan sensori-perseptual : Halusinasi Pendengaran

II. Proses Terjadinya Masalah

2.1. Definisi

· Halusinasi adalah terganggunya persepsi sensori seseorang, dimana tidak terdapat stimulus. (Varcarolis, 2006)

· Halusinasi pendengaran adalah individu mendengar suara yang menertawakan, mengejek atau mengancam padahal sebenarnya tidak ada suara disekitarnya, suara-suara tersebut dapat berupa manusia, hewan, mesin, barang, kejadian alamiah dan mistik.

2.2. Etiologi

a. Faktor Predisposisi

· Faktor Genetic

Telah diketahui bahwa secara genetic halusinasi diturunkan melalui kromosom tertentu. Namun demikian, kromosom yang keberapa yang menjadi faktor penentu gangguan ini, sampai sekarang masih dalam tahap penelitian.

· Faktor Neurobiology

Pada halusinasi ditemukan adanya korteks prefrontal dan korteks limbaks yang tidak berkembang penuh serta menjadi penurunan volume dan fungsi otak yang abnormal.

· Study Neurotransmitter

Halusinasi diduga juga disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan neurotransmiter, dopamin berlebihan, tidak seimbang dengan kadar serotonin.

· Teori Virus

Paparan virus influenza pada trimester ketiga kehamilan dapat menjadi faktor predisposisi halusinasi.

· Psikologi

Kondisi psikologi menjadi faktor predisposisi antara lain yang diperlukan oleh ibu yang over protektif, dingin dan tidak berperasaan, sementara ayah yang mengambil jarak dengan anaknya.

b. Faktor Presipitasi

· Berlebihan proses informasi pada sistem syaraf yang menerima dan memproses informasi di talamus dan frontal otak.

· Mekanisme penghantaran listrik disyaraf terganggu.

· Gejala pemicu seperti kondisi kesehatan, lingkunga, sikap dan perilaku seperti pada tanda dan gejala.

c. Mekanisme Koping

Regresi, menjadi masalah beraktifitas sehari-hari.

2.3. Tanda dan Gejala

a) Cenderung menarik diri, sering didapatkan individu duduk terpaku dengan pandangan mata pada satu orang.

b) Cenderung mempunyai rasa takut, gelisah dan kadang menangis.

c) Kadang tersenyum dan bicara sendiri.

d) Tiba-tiba marah dan menyerang orang lain.

e) Melakukan kegiatan karena ada sesuatu yang menakutkan.

f) Menurut individu, individu mengatakan ia merasa takut melihat temanya yang sudah meninggal, mengancam akan membunuh.

Halusinasi berkembang melalui 4 tahap, yaitu:

1. Fase pertama atau Camforting (Ansietas Sedang)

a) Klien mengalami stress, cemas, perasaan perpisahan, kesepian yang memuncak yang tidak dapat diselesaikan.

b) Klien mulai melamun dan memikirkan tentang hal-hal yang menyenangkan, cara ini hanya akan menolong sementara waktu, klien masih dapat mengontrol kesadaran dan dapat mengontrol pikiranya, namun intensitas presepsi meningkat.

2. Fase kedua atau Condemning (Ansietas Berat)

a) Kecemasan meningkat yang berhubungan dengan pengalaman interpersonal dan eksternal, pelamun, berfikir sendiri jadi pedoman.

b) Mulai diserahkan oleh bisikan yang tidak jelas.

c) Klien tidak ingin orang lain tahu dan ia tetap dapat mengontrol.

3. Fase ketiga atau Controling (Ansietas Berat)

a) Bisikan suara : isi halusinasi makin menonjol, menguasai dan mengontrol klien.

b) Klien menjadi terbiasa dan menjadi tidak percaya dengan halusinasinya.

4. Fase keempat atau Conguering (Panik)

a) Halusinasi berubah menjadi mengancam, memerintah dan memarah

b) Klien menjadi takut, tidak berdaya hilang kontrol dan tidak dapat berhubungan secara nyata dengan orang lain di lingkungan.

2.4. Rentang Respons

Rentang Respons Halusinasi atau Neurobiologic

Respon Adaptif Respon Maladaptif

Pikiran logis Distribusi pikiran Gangguan Pikiran

Persepsi Akurat Ilusi Halusinasi

Emosi Konsisten Reaksi Emosi Kerusakan Poros

Dengan Pengalaman Berlebihan atau Kurang Emosi

Perilaku Sesuai Perilaku Tidak Sesuai Perilaku Diorganisasi

Hubungan Sosial Menarik diri

Respon Klien:

o Apa yang dilakukan klien saat pengalaman halusinasi

o Apakah masih bisa mengontrol stimulus halusinasi atau tidak berdaya lagi terhadap halusinasi.

2.5. Akibat Halusinasi

Resiko menciderai sendiri, orang lain, dan lingkungan, klien yang mengalami dapat kehilangan kontrol dirinya, sehingga bisa membahayakan dirinya sendiri, orang lain dan merusak lingkungan.

Hal ini terjadi jika halusinasi sudah sampai fase IV dimana klien mengalami panik dan perilakunya dikendalikan oleh isi halusinasinya.

Klien benar-benar kehilangan kemampuan penilaian realistik terhadap lingkunganya. Dalam situasi ini klien dapat melakukan bunuh diri, membunuh orang lain bahkan merusak lingkungan.

III. A. Pohon Masalah


Resiko tinggi Kekerasan


Efek

Penampilan tidak adekuat


Perubahan persepsi sensori:Halusinasi Pendengaran

Core Problem


Defisit Perawatan Diri

Causa

Isolasi Sosial:Menarik Diri

B. Maslah Keperawatan dan Data yang Perlu dikaji

1. Resiko tinggi melakukan kekerasan

DS: Kliean mengatakan mendengar suara-suara, takut terhadap suara-suara yang didengar, ingin memukul dan melempar barang-barang.

DO: – Klien sering berbicara sendiri

Duduk terpaku dengan pandangan mata satu arah

Tertawa dan tersenyum sendiri

Terlibat pembicaraan dengan benda mati/object tidak jelas

Gelisah dan ketakutan

2. Perubahan persepsi sensori:Halusinasi Pendengaran

DS: Klien mengatakan seperti mendengar bunyi dan suara-suara yang menyuruh melakukan sesuatu

DO: – Bersikap seperti mendengar/melihat sesuatu

Berhenti berbicara di tengah kalimat untuk mendengarkan sesuatu

Berbicara dan tertawa diri sendiri

Disorientasi dan respon yang tidak sesuai

3. Interaksi Sosial:Menarik Diri

DS: – Klien mengatakan tidak cocok dengan orang lain

Klien mengatakan apa yang mau dibicarakan

DO: – Klien selalu menyendiri

Klien tidak mau bergaul dengan orang lain

Mondar mandir.

IV. Diagnosa Keperawatan

a. Resiko tinggi melakukan kekerasan berhubungan dengan halusinasi pendengaran

b.Perubahan persepsi sensori:Halusinasi pendengaran berhubungan dengan mebarik diri

c. Kekerasan interaksi sosial:Menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah.

V. Rencana Tindakan Keperawatan

D x I : Resiko tinggi melakukan kekerasan berhubungan dengan halusinasi pendengaran

Tujuan Umum: Klien tidak melakukan kekerasan

Tujuan Khusus:

TUK I: Klien dapat membina hubungan saling percaya

Kriteria Evaluasi:

Ekspresi wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebut nama, mau menjawab salam, mau duduk berdampingan, mau mengutarakan masalah yang dihadapi.

Intervensi I : Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik.

a. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun nonverbal

b.Perkenalkan diri dengan sopan.

c. Tanyakan nama lengkap dan panggilan yang disukai klien

d.Jelaskan tujuan pertemuan

e.Jujur dan menepati janji

f. Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya.

g.Beri perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien

TUK II : Klien dapat mengenal halusinasinya.

Kriteria evaluasi :

Klien dapat menyebutkan waktu,isi,frekuensi timbulnya halusinasi.

Intervensi II :

1. Adakan kontak sering dan singkat secara bertahap

2. Opservasi perilaku klien yang berhubungan dengan halusinasi .

3. Terima halusinasi sebagai hal yang nyata bagi klien dan tidak nyata bagi perawat.

4. Identifikasi bersama klien tentang waktu munculnya halusinasi,isi,dan frekuensi timbulnya halusinasi.

5. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya ketika halusinasi muncul.

6. Diskusikan dengan klien mengenai perasaannya saat terjadi halusinasi

TUK II :Klien dapat mengendalikan halusinasinya.

Kriteria Evaluasi :

· Klien dapat menyebutkna tindakan yang biasanya dilakukan untuk mengendalikan halusinasinya

· Klien dapat menyebutkan cara baru

· Klien dapat memilih cara mengatasi halusinasinya seperti yang telah didiskusikan dengan klien

· Klien dapat melaksanakan cara yang dipilih untuk mengedalikan halusinasinya

· Klien dapat mengukuti terapi.

Intervensi III :

1. Identifikasi bersama klien tindakan yang biasa dilakukan bila suara tersebut ada.

2. Beri ujuan terhadap tindakan klien yang positif

3. Bersama klien merencanakan kegiatan untuk mecegah terjadinya halusinasi.

4. Diskusikan cara mencegah halusinasinya dan mengendalikan halusinasinya.

Contoh : bicara dengan orang lain, melakukan kegiatan, mengatakan pada suara “saya tidak mendengar/saya tidak mau dengar/pergi kamu dari sini.”

5. Dorong klien untuk memilih cara yang akan digunakan dalam menghadapi halusinasi.

6. Beri pujian pada pilihan klien yang tepat dan benar.

7. Dorong klien untuk melakukan tindakan sesui cara yang telah dipilih dalam menghadapi halusinasinya

8. Diskusikan dengan klien upaya yang telah dilakukan,

9. Beri pujian atas upaya yang berhasil dan beri jalan keluar atas upaya yang belum berhasil

TUK IV : Klien dapat dukungan keluarga untuk mengendalikan halusinasinya.

Kriteria Evaluasi :

· Keluarga dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.

· Keluarga dapat menyebutkan pengertian,tanda,dan tidakan untuk mengendalikan halusinasinya.

Intervensi IV :

1. BHSP dengan keluarga

2. Kaju pengetahuan keluarga tentang halusinasinya dan tindakan yang dilakukan dalam merawat klien

3. Beri penguatan dan pujian pada tindakan yang positif.

4. Diskusikan dengan keluarga tentang halusinasi,tanda,dan cara perawatan di rumah

5. Anjurkan keluarga untuk mendemonstrasikan cara merawat klien diramah

6. Beri penguatan dan pujian terhadap tindakan yang tepat.

TUK V : Klien dapat menggunakan obat untuk mengendalikan halusinasinya.

Kriteria hasi/evaluasi :

· Klien dan keluarga dapat menyebutkan manfaat,dosis,dan efek samping obat.

· Klien dan keluarga dapat mendemonstrasikan penggunaan obat yang benar.

· Klien dapat informasi tentang manfaat dan efek samping obat.

· Klien dapat mengetahui akibat berhentinya minum obat tanpa konsultasi

· Klien dapat menyebutkan prinsip 5 benar dalam menggunakan obat.

Intervensi V :

1. Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang obat yang tepat untuk mengendalian halusinasinya

BAHAGIA APA ADANYA

Kita adalah manusia biasa yang membuat kesalahan tetapi ketika mereka sudah melukaimu terlalu dalam dan bahkan merendahkan dirimu untuk membuat mereka terlihat lebih baik, lepaskanlah orang-orang tersebut. Kamu tidak perlu memperbaiki mereka, itu bukan tanggung jawabmu. Setiap manusia harus bertanggung jawab akan hidup yang ia pilih. Mereka pun harus belajar untuk mempertanggung jawabkan efek negatif dari pilihan mereka sendiri, bukan melampiaskan kemarahan dan rasa tidak percaya diri itu terhadap kamu. Menjadi orang yang baik tidak berarti kamu harus menerima ejekkan orang lain. Menjadi orang yang baik bagi orang lain adalah hal yang mulia tetapi kamu juga harus ingat untuk bisa baik terhadap diri sendiri.

Pilihlah untuk bisa mengasihi diri sendiri. Mengasihi diri sendiri tidak pernah berarti orang lain selalu salah dan kita selalu benar. Tidak. Ada saatnya di mana kita bisa saja salah dan orang lain mempunyai sudut pandang yang lebih tepat. Walaupun begitu, kita masih bisa mengasihi diri sendiri apa adanya. Pilihlah untuk tidak mengasihi diri sendiri karena sesuatu yang kamu harus miliki. Kamu bisa mengasihi diri sendiri karena siapa dirimu, bukan apa yang kamu miliki. Pilihlah untuk bisa nyaman dan percaya diri dalam tampang dan kemampuan yang kita miliki. Banyak orang yang tidak percaya diri seringkali mengejek orang lain agar ia bisa merasa nyaman dan superior dibandingkan orang tersebut. Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang belum bisa menghargai diri sendiri dan mereka selalu mendengarkan penilaian orang lain. Kamu tidak perlu mengikuti mereka. Mengapa kita harus menyiksa diri sendiri dengan selalu mendengarkan opini orang yang bisa saja berubah? Kedewasaan seseorang tidak selalu ditentukan dengan usia. Pilihlah untuk belajar menjadi dewasa dan bijaksana dalam usia yang muda. Banggalah ketika kamu bisa jadi lebih dewasa dibandingkan mereka yang sudah berumur tetapi belum bisa menunjukkan kedewasaan tersebut.

Pilihlah untuk menghargai kesehatan mental dan fisik kamu. Mungkin kamu merasa bawa ini adalah hal yang egois. Menjaga kesehatan bukanlah sesuatu yang egois. Bila kamu tidak sehat, kamu tidak bisa menggunakan waktu seoptimal mungkin. Kamu juga punya hak untuk tegas dalam membatasi orang-orang yang tidak baik untuk kesehatanmu. Mungkin kamu tahu ada beberapa orang atau mungkin banyak orang di sekitarmu yang memiliki rasa inferior atau lebih rendah dibadingkan orang lain. Mungkin kamu sendiri sering merasakan efek negatif orang-orang ini. Mereka adalah orang-orang yang selalu menyalahkan orang lain akan kegagalan hidup mereka. Mereka adalah orang-orang yang iri hati akan kesuksesan orang lain tetapi sepertinya tidak pernah mau berusaha untuk mengubah hidup mereka. Mereka adalah orang-orang yang sedihnya bila mereka tidak mau berubah, akan selalu merasa kalah dalam hidupnya. Kamu tidak perlu menjadi target pelampiasan mereka. Kamu bisa belajar untuk memilih kesehatanmu dan jauhkanlah dirimu dari mereka. Sekali lagi, keputusan-keputusan hidup setiap orang ada di tangan mereka masing-masing, bukan di tangan kita. Fokuslah untuk tetap menjaga kesehatan mental dan fisikmu.

Pada akhirnya, kamu bisa memilih untuk bisa senantiasa bersyukur akan apapun yang terjadi di hidup ini. Memperjuangkan hidup adalah bentuk tertinggi bersyukur karena kamu menghargai setiap nafas yang kamu masih bisa embuskan. Bersyukur tidak berarti kamu berada dalam “denial” atau lari dari kenyataan. Bersyukur berarti kamu mau menghadapi kenyataan bahwa hidup tidak selalu mudah tetapi hidup pun tidak selalu susah. Bila kita mau untuk bersyukur, kita bisa melihat bahwa selalu ada hal baik dalan hidup ini yang bisa membuat kita bahagia. Mungkin setelah kamu memperjuangkan hidupmu dengan keras, kamu bisa saja tidak meraih hasil yang kamu inginkan dan itu membuatmu sedih. Kamu tidak perlu lari dari perasaan tersebut. Hadapilah dan terimalah. Tangisilah bila kamu perlu. Kamu boleh menggunakan waktu untuk menangisi rasa sakit hati tetapi ingatlah, matahari akan terbit lagi di hidupmu. Kamu masih bisa bernafas. Kamu masih bisa menikmati alam di sekitarmu. Kamu masih bisa sekolah, mengeyam pendidikan yang bisa membantumu untuk mengubah arah kehidupan. Kamu masih bisa menggunakan waktu dengan orang-orang yang kamu cintai. Kamu bisa melakukan banyak kebaikan bagi orang lain, terutama melalui hal-hal kecil.

Kebahagiaan hidup tidak harus diukur dari materi dan pencapaian. Kebahagiaan hidup bisa diukur dari kemampuan kita untuk bisa menikmati hidup dari hal-hal kecil. Tantangan terbesar dalam hidup bukanlah untuk meraih kebahagiaan dengan berhasil mengumpulkan banyak hal. Tantangan terbesar adalah saat kita tidak memiliki apa yang kita inginkan, apakah kita bisa tetap bersyukur dan bahagia?

Fokuslah dalam hidup di saat ini. Masa lalu sudah berlalu dan masa depan akan datang. Kita bisa menciptakan masa depan yang baik bila kita fokus untuk hidup sebaik mungkin di masa kini.

Kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini. Kematian masih menjadi misteri terbesar dalam hidup. Jangan sampai kita menyesal karena kita tidak berani menggunakan kesempatan-kesempatan yang ada. Kita akan lebih menyesali momen di mana kita tidak mengambil kesempatan tersebut dibandingkan saat kita melakukannya.

Mungkin kita tidak akan menjadi orang yang paling tampan/cantik, kaya, terkenal, dan sukses menurut standard dunia. Tetapi, ingatlah bahwa hidup tetaplah indah untuk dijalani. Ingatlah, kebahagiaan kita selalu berada di pandangan dan definisi kita sendiri.

Dan bukankah itu cukup?

Lelaki yang kelak melengkapi langkahku

Sejak segalanya patah, hatiku dipenuhi sembilu. Dadaku penuh dengan luka-luka menganga sebab cinta. Entah, mengapa dia melukai lalu pergi dengan sengaja. Sejak saat itu pula, aku harus membunuh setiap rinduku dengan tega. Melupakan? Adalah langkah berat yang harus ku mulai. Menghapus setiap kenangan dan berpura-pura terlihat baik-baik saja.

Tak terhitung berapa kali aku bermain-main dengan perasaanku sendiri. Berpura-pura menjatuhkan hati, dan akhirnya aku menjadi pihak yang menyakiti. Sejak patah hati, rasanya tiada selera untuk mencinta. Aku mulai melupa caranya untuk percaya pada seorang pria. Hari, bulan, hingga tahun adalah lamanya aku mendamba. Berharap suatu saat dia akan menengok ke belakang, melihat sisi yang sama dan jatuh cinta pada wanita yang sama. Pengharapan yang terlalu besar namun menyakitkan itu membuatku sadar. Mau tidak mau aku harus terus berjalan.

Hai kamu. Apakah kau ingat bagaimana cara kita bertemu? Aku ingat, karena kita bertemu tanpa sengaja dan aku hanya sekadar merasa biasa. Saat itu, aku masih sendiri dengan luka-luka hati yang masih berusaha ku obati. Cukup bagiku tahu namamu dan mengira-ira berapa banyak terbilang umurmu. Menurutku, kau tidak memperhatikanku kala itu. Untuk pertemuan yang kesekian, dengan ketidaksengajaan kita dan merupakan kesengajaan Tuhan, aku masih merasa biasa. Sangat biasa. Aku bertaruh saat itu kau bahkan tidak tahu siapa namaku. Dirimu masih sama, terlihat tidak peduli dengan hadirku. Tak mengapa. Tiada sapa antara kita, meski aku tahu tentang dirimu meski hanya sekadar nama.

Aku menyadari, ada banyak kesamaan sudut pandang antara kita. Meskipun segalanya tak menutup banyak perbedaan yang ada. Kita selalu menyeimbangkan langkah kaki lalu saling melengkapi. Kau bahkan selalu mencoba untuk memahami dan mengerti, tentang sosok aku yang mencoba membuka hati seusai tersakiti. Banyak hal yang kita bicarakan. Tentang impian-impian, tentang masa depan.

Hingga suatu ketika, rencana Tuhan begitu indah untuk dua insan manusia. Lagi, aku bertemu denganmu. Tiada gelagat aneh dalam hatiku. Terlampau biasa. Sangat biasa. Dua hari bersamamu kala itu berhasil mengubah cara pandangku. Aku menyadari bahwa dirimu tak seperti apa yang ada dalam pikiranku pertama kali saat kita bertemu. Kau tak seburuk apa yang terlintas dalam benakku.

Waktu mulai berjalan. Tak butuh waktu lama, kau ungkap kata cinta. Kau bilang, kau jatuh cinta padaku saat pertama kali bertemu. Aku terheran-heran dengan perasaanku, mengapa aku begitu mudah menaruh percaya padamu. Hati yang masih terbalut luka-luka, menyambut sosok baru. Ya, itu dirimu.

Kamu, kamu yang apa adanya. Kau selalu mengkhawatirkan tentang sifatmu yang tidak romantis. Kamu yang selalu mengkhawatirkan tentang perbedaan usia kita, dan kamu yang selalu takut kehilangan diriku. Adalah dirimu, sosok yang meyakinkanku untuk selalu percaya semua akan baik-baik saja. Adalah kamu, sosok yang selalu ku rindu dan nama yang selalu ku panjatkan dalam doa.

Untukmu, lelaki yang bahunya kelak akan kugunakan untuk bersandar. Aku ingin berjuang bersamamu. Menata masa depan. Menikmati segala proses yang ada. Terjatuh dan bangkit bersama. Menghadapi segala rasa yang ada. Menemukan teman untuk tumbuh, menghalau jenuh. Untukmu, lelaki yang akan mendampingiku, tetaplah di sampingku karena aku ingin melalui banyak hal denganmu.

Kau bilang, kau tak mampu dalam berkata-kata maupun merangkai kata. Sama halnya denganku. Jika dirimu membaca tulisanku ini, aku ingin mengakui aku menulisnya dengan sepenuh hati. Terima kasih untuk selalu ada, menganggap hadirku ada, dan dia membuatku merasa dibutuhkan. Terima kasih untuk selalu memahamiku, memperlakukanku sebagai perempuan dengan baik, yang tak ragu mengungkap rindu dan tak membuatku banyak menunggu. Terima kasih untuk selalu membuatku merasa beruntung menjatuhkan hatiku padamu dan kini memilikimu.